Summary
5th April 2010 10:44 EST WikiLeaks has released a classified US military video depicting three airstrikes from a US Apache helicopter on July 12, 2007 in New Baghdad, Iraq. At least eighteen people were killed in the airstrikes, including two journalists working for Reuters, Saeed Chmagh and Namir Noor-Eldeen.
The video was recorded by the gunsight camera on the Apache helicopter, identified as Crazyhorse 18, and is accompanied by the radio communications of the helicopter gunmen as they communicate with their commanders and troops on the ground.
When the video begins, the helicopter is circling above the city. It then focuses in on a group of men walking in the street, including the Reuters journalists. The soldiers in the helicopter state that they see members of the group carrying weapons, ask their commanding officers for permission to engage (fire), and fire upon the group with 30mm rounds.
The camera then follows Chmagh as he crawls along the road, and the soldiers can be heard urging him to pick up a weapon. A van, carrying 2 children to special school along their farther, arrives and several men pick Chmagh up and begin to carry him toward the van. The helicopter requests and is given permission to fire upon the van as it tries to leave. They fire upon the van with 30mm rounds.
The video then shows ground troops arriving at the area. A soldier can be seen running as he carries one of the children wounded in the attack on the van.
In the third attack depicted in the video, the Apache helicopter fires upon a building with Hellfire missiles. The video shows several armed and unarmed people entering the building, which is described as abandoned or under construction. The building was occupied by 3 families. The helicopter requests and receives permission to fire upon the building, and shoots three Hellfire missiles. A man can be seen walking in front of the building as the first missile is shot, and several people helping the wounded are visible around the building as the second and third missiles hit.
After the incidents, Reuters filed a Freedom of Information Act request for the video, without success. Several scenes from this video were described by the Washington Post reporter David Finkel in his book "The Good Soldiers". The Washington Post later stated that they never had the video.
Sabtu, Agustus 21, 2010
Jumat, Agustus 20, 2010
Back

Whats word back means...
Back bisa bearti belakang atau kembali, atau kembali ke belakang (Back to back: istilah yang saya dengar dari HBO, jika penayangan serialnya dari episode pertama sampai terakhir ditayangkan secara berturut-turut). Hmmmm.... back disini berarti saya memutuskan kembali ngeblog setelah hampir dua tahun saya vacum membuat postingan. Padahal dulu bisa dibilang hampir tiap hari saya mebuat postingan dari postingan yang ga penting, postingan copi paste punya orang, sampai postingan original yang oleh teman2 sesama blogger di acungi jempol (menurut perasaanku sih). So here i am....
Well kemana saya selama hapir dua tahun ini? ringkasnya tetap seperti dahulu melanjutkan PTT, sesekali melarikan diri ke makassar, melarikan diri ke bandung jakarta n sekitarnya sampai sempat tersesat di kepulauan raja ampat papua barat.
Dan sekarang saya memutuskan untuk kembali naik gunung ke almamater untuk memperdalam ilmu kanuragan (hehehehe aya aya wae), singkatnya sekarang kembali menjadi anak kuliahan walaupun dengan metode dan status yang berbeda saat pendidikan S1 dulu. Smoga terlewati dengan cepat........
Rabu, Februari 04, 2009
Doom
Ga terasa udah hampir separuh jalan masa PTT ini ku lalui. Bersama suka duka menjadi dokter PTT di daerah yg sangat terpencil. (sebenarnya ga terpencil2 amat kok... cuman mendramatisisr doang). Mulai dari masyrakat yang bersahabat (ada yg aneh2 pula). Perlakukan khusus yang selama ini ga pernah aku alami. Misal klu ada acara2 di desa pasti duduknya barengan perangkat2 desa, pejabat kecamatan, imam besa, kepala sekolah n krna ini lg musing pemilu beberapa caleg dari daerah situ juga duduk bareng bersama kami.
Mungkin klu di desa ( di kota juga kalee..) yg bejat tuh pasti anak2 mudanya. Tp disini yang terjadi justru kebalikannya. Anak2 mudanya tuh biasa2 aja. Paling banter nongkrong2 sambil main gitar. Atau sekedar ngobrol2 di warung nasi kuning yg kosong di kala malam hari. Ga ada berantem-beranteman minum2, judi2an (sejauh pengamatan saya seh) coz beberapa diantara mereka sy kenal baik n sering main ke pustu. Tp orang tuanya ck ck ck (ga seluruhnya) terlibat PTT jg alias perlingkuhan tingkat tinggi. Karena perawat di tempat sy termasuk saksi n nara sumber dari beberapa kasus perselingkuhan maka gosip n cerita2 seputar perselingkuhan bapak ini n ibu itu, Blum lg kasus kawin lari antara janda n suami orang. Bahkan ada kasus dimana anak yg dilahirin istrinya tuh bukan anak suaminya. Tp sisuami g tau (gosipnya seeh...) ini smua bikin sy geleng2 kepala.
Blum lg kasus banyaknya orang gila di kampung itu. Ga liar sih tp aneh sj dikampung yg cuman dua desa jumlah orang gilanya lumayan banyak. Aneh.....
Btw ada satu yg bikin sy agak2 kurang betah. Bos (kepala puskesmas) rada2 ketat. Maklumlah puskesmasku pas dipinggir jalan poros jd klu si boz pulang atau pergi pasti lewat depan pustu. kunjungan dr dinas kesehatan juga pasti lewat pustuku. Jadi klu smua petugas pada kabur pasti ketahuan. (maunya kabur mulu sih...) Pernah waktu kabur ke wakatobi seminggu (waktu itu ga izin seh) pas pulang dipanggil menghadap boz n di beri sedikit pengarahan. He he he
Tp lain cerita sama bidan n perawat di tempatku dua2nya dimarahin, tapi marah2 ga serius sih sampe sampe boz bilang " tidak bisan tidak perawat tidak dokter sati shio semua" (shionya tukang kabur). Soal kabur2an di tempatku paling adem. Smua udah kong kalikong saling menutupi aib masing2. Perawat bidan n dokter (aku sendiri) udah seia sekata soal kabur gampang nanti yg lain yg kasih alasan. Entah anak sakit, suami sakit, ada pasien yg manggil pokoknya asal bisa kabur lah. Enak kan.....
Mungkin klu di desa ( di kota juga kalee..) yg bejat tuh pasti anak2 mudanya. Tp disini yang terjadi justru kebalikannya. Anak2 mudanya tuh biasa2 aja. Paling banter nongkrong2 sambil main gitar. Atau sekedar ngobrol2 di warung nasi kuning yg kosong di kala malam hari. Ga ada berantem-beranteman minum2, judi2an (sejauh pengamatan saya seh) coz beberapa diantara mereka sy kenal baik n sering main ke pustu. Tp orang tuanya ck ck ck (ga seluruhnya) terlibat PTT jg alias perlingkuhan tingkat tinggi. Karena perawat di tempat sy termasuk saksi n nara sumber dari beberapa kasus perselingkuhan maka gosip n cerita2 seputar perselingkuhan bapak ini n ibu itu, Blum lg kasus kawin lari antara janda n suami orang. Bahkan ada kasus dimana anak yg dilahirin istrinya tuh bukan anak suaminya. Tp sisuami g tau (gosipnya seeh...) ini smua bikin sy geleng2 kepala.
Blum lg kasus banyaknya orang gila di kampung itu. Ga liar sih tp aneh sj dikampung yg cuman dua desa jumlah orang gilanya lumayan banyak. Aneh.....
Btw ada satu yg bikin sy agak2 kurang betah. Bos (kepala puskesmas) rada2 ketat. Maklumlah puskesmasku pas dipinggir jalan poros jd klu si boz pulang atau pergi pasti lewat depan pustu. kunjungan dr dinas kesehatan juga pasti lewat pustuku. Jadi klu smua petugas pada kabur pasti ketahuan. (maunya kabur mulu sih...) Pernah waktu kabur ke wakatobi seminggu (waktu itu ga izin seh) pas pulang dipanggil menghadap boz n di beri sedikit pengarahan. He he he
Tp lain cerita sama bidan n perawat di tempatku dua2nya dimarahin, tapi marah2 ga serius sih sampe sampe boz bilang " tidak bisan tidak perawat tidak dokter sati shio semua" (shionya tukang kabur). Soal kabur2an di tempatku paling adem. Smua udah kong kalikong saling menutupi aib masing2. Perawat bidan n dokter (aku sendiri) udah seia sekata soal kabur gampang nanti yg lain yg kasih alasan. Entah anak sakit, suami sakit, ada pasien yg manggil pokoknya asal bisa kabur lah. Enak kan.....
Rabu, September 10, 2008
PUSTU-PUSTUan
Apaan sih pustu.....
Pasti ada yang ga tau kan. Pustu sih cuman singkatan dari puskesmas pembantu. Oh ya kemarin setelah lulus sebagai dokter PTT aku ditempatin di salah satu pustu. Coz puskesmas induk udah pada penuh semua. Banyakan senior dokter PTT pada perpanjang masa kontrakanya. Makanya kami 10 orang dokter PTT baru terpaksa hanya ditempatkan di pustu. Dan aku sendiri dapat di puskesmas wara/lupa...... yang wilayah kerjanya di bawah puskesmas lakudo. katanya sih... deket (emang deket sih), rame... (rada-rada reme sih...) trus masyarakatnya udah sadar akan pentingnya kesehatan (yang ini mah ga jelas). Tadi siang setelah menghadap ke kepala puskesmas (kapus) dan pejabat dikecamatan aku disusruh duluan sama si kapus ke pustu itu buat ninjau lokasi sekaligus berkenalan ama petugas pustu.
Sesampainya di pustu semua bayangan saya tentang pustu ini buyar, hilang, hancur, prang... preng... prong.... Setelah tanya-tanya ama tuh ibu perawat ternyata selama ini di pustu itu ga pernah ada dokter yang bertugas (kayaknya klu yang ini dimana-mana emang begitu). Kedua, pasiennya cuman satu dua orang (do..re..mi.. gitu). Gila......
Trus setelah ngecek obatnya .... betul-betul ga ada obat. yang ada cuman vitamin, , paracetamol, pirantel mmmm kayaknya cuman itu deh. aduhhhhhhhh mana bisa kerja klu kondisinya kayak gini. mana pustunya kecil, itupun di bagi dua setengah menjadi pustu setengahnya lagi di jadiin rumah tuh ibu perawat. Jadinya stressss nihhhhhh mana masalah yang atuya belum selesai. mau pindah ga mungkin, padahal udah terlanjur beli obat bakal praktek sore.
Mudah-mudahan ini bakal berubah, semenjak aku datang disini. .....
Ayo yang smangat din.........
Kamu bisa.....................
Keep Fighting till the end..........
Ini demi cita-cita kamu sendiri lho........
Doakan aku ya pemirsa.....(kayak acara benteng takeshi aja He he)
NB: Gambar menyususl (blim sempat foto-foto)
Pasti ada yang ga tau kan. Pustu sih cuman singkatan dari puskesmas pembantu. Oh ya kemarin setelah lulus sebagai dokter PTT aku ditempatin di salah satu pustu. Coz puskesmas induk udah pada penuh semua. Banyakan senior dokter PTT pada perpanjang masa kontrakanya. Makanya kami 10 orang dokter PTT baru terpaksa hanya ditempatkan di pustu. Dan aku sendiri dapat di puskesmas wara/lupa...... yang wilayah kerjanya di bawah puskesmas lakudo. katanya sih... deket (emang deket sih), rame... (rada-rada reme sih...) trus masyarakatnya udah sadar akan pentingnya kesehatan (yang ini mah ga jelas). Tadi siang setelah menghadap ke kepala puskesmas (kapus) dan pejabat dikecamatan aku disusruh duluan sama si kapus ke pustu itu buat ninjau lokasi sekaligus berkenalan ama petugas pustu.
Sesampainya di pustu semua bayangan saya tentang pustu ini buyar, hilang, hancur, prang... preng... prong.... Setelah tanya-tanya ama tuh ibu perawat ternyata selama ini di pustu itu ga pernah ada dokter yang bertugas (kayaknya klu yang ini dimana-mana emang begitu). Kedua, pasiennya cuman satu dua orang (do..re..mi.. gitu). Gila......
Trus setelah ngecek obatnya .... betul-betul ga ada obat. yang ada cuman vitamin, , paracetamol, pirantel mmmm kayaknya cuman itu deh. aduhhhhhhhh mana bisa kerja klu kondisinya kayak gini. mana pustunya kecil, itupun di bagi dua setengah menjadi pustu setengahnya lagi di jadiin rumah tuh ibu perawat. Jadinya stressss nihhhhhh mana masalah yang atuya belum selesai. mau pindah ga mungkin, padahal udah terlanjur beli obat bakal praktek sore.
Mudah-mudahan ini bakal berubah, semenjak aku datang disini. .....
Ayo yang smangat din.........
Kamu bisa.....................
Keep Fighting till the end..........
Ini demi cita-cita kamu sendiri lho........
Doakan aku ya pemirsa.....(kayak acara benteng takeshi aja He he)
NB: Gambar menyususl (blim sempat foto-foto)
Minggu, September 07, 2008
Dont Break My Heart

Dont Break My Heart
Entah apa yang terjadi............
Dunia serasa runtuh...............
Semua terjadi begitu saja.........
Dia yan tak bisa dikembalikan.....
Ke posisi yang semula.............
Aku tak pernah merengkuhnya.......
hanya menjadikan dia bulan di langit..
mengharap dia kan turun dan menyapa...
memberi sedikit cahaya dalam malam....
sekarang dia kan menyatu dengan sang mentari...
menghapus batas siang dan malam................
dan hanya menyisakan ruang abu-abu untukku.....
tanpa memberikan sedikit cahaya dalam malam...
wajahnya yang tak pernah berpaling padaku....
walau hanya untuk satu senyum dalam malam....
melapaskanku dalam kelam dunia abu-abu.......
tanpa pernah bisa kurengkuh..................
dia yang pertama...............
Langganan:
Postingan (Atom)